Tips & Trik

 Rayuan Maut Berbuntut Kalut ( Untuk para wanita waspadalah )

www.planetcinta.com

 PADA umumnya kita senang dapat perhatian lebih dari pacar. Rayuan gombal sesekali bisalah diterima. Itulah yang membuat kita tanpa sadar menerima larangan, kekangan, bahkan kekerasan yang "manis".

PERNAH dengar istilah dating rape? Kosakata itu sering dikenal dengan sebutan kekerasan dalam pacaran. Kekerasan dalam pacaran bukan cuma fisik, tetapi juga psikologis. Larangan-larangan dengan nada ancaman seperti perkataan: "Kamu enggak boleh begini, enggak boleh gitu", enggak boleh keluar kecuali dengan pacar, ancaman diputus sama pacar, kelewat cemburu, salah sedikit marah-marah, bahkan sampai ada yang memaksa untuk berhubungan seksual. Akibat paling parah dari kekerasan dalam pacaran (pemerkosaan) adalah mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Biasanya kekerasan dalam pacaran diawali dengan munculnya rayuan maut pacar. Obral janji seperti kelak akan dinikahi, akan setia setiap saat (kayak iklan), dan sejenis rayuan-rayuan yang terkadang di telinga kedengarannya merdu sekali. Kalau kita enggak waspada, wah bisa kena tipu daya. Akibatnya akan panjang dan lagi-lagi yang selalu menjadi korban adalah cewek. Lalu apa deteksi dini untuk menghindari dan menangkal rayuan gombal tersebut?

Berikut ada tips mematahkan bujuk rayu si pembual ulung:

1. Kamu enggak bakal hamil kok, kan cuma sekali.

Siapa bilang? Tidak ada jaminan kalau melakukan hubungan seksual sekali saja tidak akan hamil. Meskipun cuma sekali, kemungkinan hamil akan selalu terbuka setiap kali kita berhubungan seks. Ingat, untuk membuahi sel telur pada cewek, hanya butuh satu sel sperma dari cowok. Kita tentu bisa dengan tegas membantah "dalilnya";. Katakan saja bahwa yang bisa menjamin kita enggak bakal hamil, kalau kita berdua tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

2. Biar bisa kenal luar dalam dan bisa saling dekat, enggak salah kan kalau kita petting aja.

Eit, petting juga tidak akan menjamin kita aman dari risiko kehamilan. Kalau untuk sekadar kenal luar dalam, apa mesti harus pamer fisik segala? Persoalannya, petting itu sendiri sudah amat menjurus ke hubungan seks. Bedanya terlalu tipis. Daripada bablas, lebih baik tidak sama sekali.

3. Bakal lebih seru deh, kalau kita sewa kamar berdua.

Nah, ini juga bisa terjadi sewaktu-waktu, pas kebetulan jalan bareng ke luar kota dan kemalaman hingga terpaksa menginap. Romantis sih romantis, ngirit sih ngirit, tetapi kita lupa ada bahaya yang mengintai. Kalau enggak yakin sama diri sendiri, mendingan sewa kamar sendiri-sendiri saja deh. Lebih baik hindari peristiwa-peristiwa "darurat" kayak begini, siapa tahu acara menginap adalah buah strategi untuk melancarkan jurus-jurus maut sang pacar.

4. Kalau cuma coitus interuptus, kamu enggak mungkin hamil deh.

Istilah coitus interuptus, atau dikenal dengan melakukan hubungan seks terputus, memang sering digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah. Tetapi tentu risiko gagalnya tetap tinggi. Sebab bukan enggak mungkin cairan yang mengandung spermatozoa tertinggal di dalam tubuh kita sebelum sempat dikeluarkan.

5 Setelah HUS loncat-loncat saja. Dijamin kamu enggak bakalan hamil.

Sebenarnya ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.

Kita ber-HUS kalau kamu lagi ’dapet’ biar enggak jadi/enggak hamil.

Salah banget. Karena ternyata terjadinya ovulasi tidak selalu terkait dengan terjadinya menstruasi. Bisa saja karena berbagai sebab ovulasi terjadi setelah menstruasi. Nah, kalau begini, ya masih ada thingy kemungkinan hamil. Lagi pula, yang buruk bukan hanya kemungkinan hamil, tetapi kemungkinan meninggal akibat emboli (udara terperangkap dalam pembuluh darah yang bisa menyebabkan kematian) atau terkena infeksi. Vagina merupakan bagian tubuh yang memiliki rongga yang rentan sekali terkena infeksi. Ketika menstruasi, selaput lendir yang diproduksi oleh mulut rahim yang berfungsi antara lain untuk membentengi kuman-kuman yang masuk, menjadi berkurang. Oleh karena itu, bakteri atau virus dari luar mudah sekali masuk pada saat itu. Rongga yang terbuka tersebut memungkinkan masuknya udara ke dalam tubuh. Bila udara ini masuk ke otak, maka dalam sejenak otak kita berhenti berfungsi.

6. Jangan khawatir, aku pasti bertanggung jawab.

Biasanya rayuan maut bin ajaib ini keluar untuk menaklukkan sang cewek. Kerap kali yang terjadi justru sebaliknya. Dan pada akhirnya cewek yang dirugikan. Apalagi kalau sampai hamil, biasanya si cewek ditinggalkan begitu saja alias habis manis sepah dibuang. Tentu penyesalan enggak mungkin terjadi, bila kita sudah matang-matang mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan.

Jadi, kalau si pacar masih gigih merayu, katakan saja dengan enteng, "Makasih, enggak perlu repot-repot karena aku juga bisa bertanggung jawab buat diriku sendiri."

Enggak ada bedanya kan, kita lakukan sekarang atau nanti? Toh kelak kita akan menjadi suami istri.

Iddiiiiihh, rayuan ini lumayan maut lho. Kelihatannya dia serius memandang hubungan kita kelak. Tapi, siapa sih yang akan tahu nasib yang akan terjadi besok atau lusa? Siapa sih yang bisa meramal umur kita? Kalau toh berumur panjang, siapa yang jamin dia akan menepati janji? Oke dia menepati janji, tetapi siapa yang bisa memastikan kita masih cinta sama dia?

Makanya, kita harus waspada. Kalau dirayu untuk melakukan hubungan seks, kita harus berani menolak dengan halus. Jangan berlama-lama di tempat sepi hanya berdua. Nasihat kuno? Memang. Tetapi ampuh, lho. Hindari tempat dan perilaku yang memungkinkan terjadi hal-hal yang memancing ke arah hubungan seksual. Kekerasan berat (pemerkosaan) dalam pacaran, tentu bisa kita hindari. Ada rumus sederhana yang bisa dipakai, karena biasanya kejadian apapun; itu bisa muncul karena ada dua hal, yaitu niat dan kesempatan (N & K). Kalau niat (N) kan selalu datangnya dari luar diri kita (orang lain), so agak sulit mendeteksinya, sehingga hal yang paling mungkin dikontrol adalah menghilangkan munculnya faktor kesempatan (K). Nah, inilah barangkali yang bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan cara menerapkan jurus-jurus jitu melumpuhkan rayuan gombal yang bikin fatal.

Kembali ke Tips